Survival di Gunung Bunder dan Tanaman Hutan Layak Konsumsi

Ini sebenarnya merupakan postingan lama, tapi sempat hilang karena error migrasi hosting dan aku gak sempat backup tulisan-tulisan blog lama. Berkat webarchive.org akhirnya postingan ini ditemukan kembali. Karena menurutku isinya bisa saja bermanfaat, makanya saya repost ulang dengan beberapa editan. Sila dinikmati.

Alam menyediakan banyak sekali manfaat untuk kita. Setidaknya itu yang saya dan teman-teman kantor dapatkan ketika mengikuti materi survival di hutan Gunung Bunder, Bogor. Materi survival yang dilaksanakan oleh Rindam Jaya ini merupakan salah satu tahapan pelatihan yang kami dapatkan dari kantor. Tujuannya untuk melatih mental dan mengasah keberanian ketika berada dilapangan nanti. Jadi dalam pelatihan ini, peserta dikondisikan berada di hutan rimba dengan persediaan makanan yang tipis dan dituntut dapat bertahan hidup dengan peralatan dan persediaan seadanya. Bagi kami yang kebanyakan anak rumahan, materi ini menjadi tantangan yang sulit-sulit sedap gitu. Tapi terus terang kami menjadi paham bagaimana caranya memanfaatkan alam sebagai pemenuh kebutuhan dan menjaganya agar tetap ada dan tidak hilang ketika kami tiada.

Sebelum menuju hutan belantara, kami dibekali dulu dengan pengetahuan tentang tumbuhan yang dapat dikonsumsi dan dijadikan obat. Pemateri latihan survival ini diisi oleh Pak Tajan. Beliau merupakan anggota kesatuan Kodam Jaya berpangkat Pelda. Mungkin teman-teman masih familiar dengan yang namanya Panji si Petualang bukan? Nah, beliau ini merupakan pelatih si Panji ini. Pak Tajan ini juga merupakan orang pertama yang tiba di lokasi tragedi Sukhoi di Gunung Salak beberapa waktu silam. Kurang lebih beliau berada disana selama 3 (tiga) hari dan tidur bersama potongan tubuh korban sebelum rombongan yang lain tiba. Bagaimana beliau bisa bertahan hidup? Salah satunya dengan memanfaatkan tanaman-tanaman yang berada di hutan tersebut. Karena menurut Pak Tajan, alam sudah menyediakan segalanya. Kitanya saja yang tidak mau belajar dan mencari tahu.

Pelda Tajan

Pak Tajan in action

Pada kesempatan ini saya akan sharing beberapa tumbuhan yang dapat dikonsumsi dan dijadikan sebagai obat ketika dalam keadaan darurat di hutan belantara. Berikut yang sempat saya catat ketika briefing di Gunung Bunder dan ada yang tidak sempat saya poto, jadi saya mencari sumber gambarnya via internet. Kurang lebih sama lah :D

Daun Pakis

Tanaman ini sepertinya udah lumrah dikalangan masyarakat. Cukup direbus dan dijadikan lalapan sudah sangat lumayan untuk mengisi perut yang kosong.

daun sayur pakis

Daun Pakis (tomatceris.wordpress.com)

Lilin cemara/Getahnya

Bisa digunakan untuk membuat api.

Daun Pacing

Kegunaannya adalah untuk mengobati gatal-gatal yang disebabkan oleh ulat bulu.

Daun Pacing

Daun Pacing (gambargambarbunga.com)

Daun Ranai / Rane

Berfungsi sebagai pengganti obat merah atau betadine, cukup dikunyah sampe encer lalu dioles ke luka untuk menghentikan pendarahan. Bisa juga digunakan untuk penolak masuk angin, diseduh menjadi teh. Daun ranai/rane ini gampang dijumpai karena hampir tumbuh dimana saja didaerah pegunungan.

Daun Rane

Daun Rane (edy-hendras.blogspot.com)

Daun Sintrong

Bisa langsung dikonsumsi dan juga berfungsi untuk mengobati susah kencing karena tersumbat.

Daun Sintrong

Daun Sintrong (id.wikipedia.org)

Tanaman/batang Hariang

Dikonsumsi langsung pada bagian batangnya. Rasanya asem-asem segar seperti belimbing wuluh, tapi gak seasam belimbing wuluh. Langsung digigit aja seperti menggigit batang tebu. Kalo capek selama survive dihutan dan mengkonsumsi ini dijamin terasa segar kembali.

Batang Hariang

Batang Hariang + bekas gigitan :D

Daun Cemang

Kalo hariang dikonsumsi bagian batangnya, lain pula dengan tanaman cemang ini. Daunnya yang hijau bisa langsung dikonsumsi mentah-mentah. Rasanya persis seperti markisa. Asam-manis meunan :D . Selama briefing berlangsung, saya ngemil si Cemang ini aja. Ketagihan :D

Daun Cemang

Daun Cemang

Harendong Cai

Tumbuh dipinggiran sungai. Konsumsi buahnya, bisa dimakan seperti apel.

Harendong Cai

Harendong Cai (davesgarden.com)

Tanaman Maraci

Diantara semua tumbuhan tersebut diatas, maraci ini yang membuat saya merasa emejing gitu. Bagian yang dikonsumsi adalah buahnya yang mirip dengan buah delima yang masih kecil. Sedangkan daging buahnya mirip seperti buah seri yang manis itu. Uniknya,setelah kita makan buah maraci ini, apapun yang kita konsumsi setelahnya akan terasa manis :D . Udah saya buktikan dengan air mineral dan 2 batang hariang. Air yang saya konsumsi jadi manis seperti air gula, dan hariang yang asam itu juga rasanya menjadi manis :D . Lama efek manis ini tergantung dari banyaknya maraci yang dikonsumsi. Standarnya sekitar 30 menitan lah.

Maraci

Buah Maraci

Daging buah Maraci

Daging buah Maraci

Itu dia beberapa tumbuhan hutan yang dapat dimanfaatkan untuk konsumsi sebagai makanan maupun obat. Ketika banyak orang mulai meninggalkan alam , namun alam tetap setia menyediakan berjuta manfaat untuk makhluk hidup disekitarnya. Sudah selayaknya kita mulai menjaga dan melestarikan alam. Jika bukan kita siapa lagi.

Pelatihan survival ini juga bermanfaat jika suatu saat teman-teman yang sedang berpetualang mengalami keadaan darurat dan tersesat dihutan sedangkan persediaan semakin menipis. Jangan takut, karena banyak sekali tanaman dan sumberdaya hutan lainnya yang dapat dimanfaatkan sebagai makanan maupun obat-obatan. Paparan saya diatas hanyalah sedikit dari sekian banyak tumbuhan liar di hutan yang dapat dimanfaatkan ketika keadaan darurat di hutan. Namun, semoga selama melakukan perjalanan dihutan maupun gunung tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan selalu mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik.

Semoga bermanfaat.

Salam.

 

Belanja Tas Keren Murah hanya di GoodBackpack ID. Pesan disini -> GoodBackpack ID

Comments
  1. 5 months ago
  2. 5 months ago
  3. 5 months ago
  4. 5 months ago
  5. 5 months ago

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: