Rasanya Baru Kemarin

Selamat malam sobat blogger, gimana dengan puasanya? semoga belum bolong ya. Jangan pake baju bolong aja kita malu, masa’ puasa bolong kita gak malu? 😀 . Sudah puasa ke 12 dan saat ini saya masih berada di ibukota, wuuh sangat jauh dari perkiraan sebelumnya. Ramadhan kali ini saya membayangkan bisa full di kampung halaman, tapi tuntutan kampus membuat banyak rencana yang jauh-jauh hari saya siapkan jadi buyar :hammer. Ngomong-ngomong masalah kampus, saya jadi terkena sindrome “penyangkalan diri” akhir-akhir ini. Bermula dari menjamurnya muka-muka baru di kampus Teknik Unsyiah, saya semakin sadar bahwa saya ini sudah masuk level Mahasiswa Tingkat Akhir #duhh.

Rasanya Baru Kemarin saya pangkas botak buat ikutan SIKAT, baru kemarin dapat IP pertama 2,5 (senang pulak tuh), baru kemarin menjabat ketua CMCC, baru kemarin mengenal gadis hebat itu dan melewati hari bersama-sama sampai detik ini. Muka saya dulu pun tak begini, ukuran badan saya pun tak begini. Sudah semakin tua? Ohh nOOOOOO.. Sekarang ada 3 generasi leting dibawah saya, dimana-mana dipanggil “bang”, kadang iri liat muka polos tanpa kerutan diwajah mereka itu :p ahahaha. Kata Lia saya dulu gitu juga, polos hana meuoh ban :p

Yup sekarang saya mahasiswa teknik sipil semester 7, tapi cium bau lulus aja belum. yang paling terasa adalah semester ini saya menjalani kerja praktek di salah satu proyek Jalan Layang milik PU. Gak kebayang kerja praktek di bawah terik matahari ibukota, panas, kering. Alhamdulillah bisa berteduh dibawah jembatan layang :p ada yang temenin lagi 🙂

Menurut saya, rasa penyangkalan ini muncul akibat kejenuhan yang timbul dan kerinduan dengan masa-masa semester dulu, kangen ngopi tanpa beban, kangen nyontek bareng, kangen keliling Aceh dengan tim LBFT lagi. Di satu sisi kita dihadapkan dengan kenyataan bahwa tanggung jawab yang dipikul semakin berat. Sebagai laki-laki contohnya, saya jadi mulai memikirkan mau jadi apa nanti, mau kerja dimana, mau kasi makan keluarga pake apa nanti. Nyaris pikiran itu aja yang ada di otak saya. Tanggungjawab terhadap orang tua juga sangat penting, tentu indikasinya dengan kelulusan salah satunya, setiap anak yang dititip didikkan di bangku kuliah pasti berfikir untuk bagaimana caranya bisa lulus dengan cepat dan hasil yang memuaskan. Kesadaran bahwa hidup itu penuh tantangan dan sulitnya mendapatkan yang namanya “uang” itu.

Siapkah menjadi “dewasa” ?

 

Kata-kata bijak hari ini :

Dewasa itu bukan takdir, dewasa itu adalah pilihan

Salam rindu dan doa ku untuk keluarga disana.

 

 

Share and Enjoy

Comments
  1. 6 years ago
  2. 6 years ago

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow

Get every new post delivered to your Inbox

Join other followers:

Email
Print
%d bloggers like this: