Menikmati Kaledo, Santapan Khas Kota Palu

Berkunjung ke sebuah tempat baru tidak lengkap rasanya jika tidak menikmati santapan khas daerah tersebut. Begitu juga ketika saya ditugaskan ke Kota Palu. Kota kedua di Sulawesi yang kesampaian untuk saya sambangi. Memang bukan untuk tujuan berwisata, walau begitu tidak ada salahnya mencuri waktu untuk sekedar menyantap kuliner khas Palu. Dari bincang-bincang dengan teman-teman di proyek, maka diketahuilah santapan wajib jika kita berada di kota yang terkenal sebagai Kota Lima Dimensi ini adalah Kaledo. Sekilas terdengar mirip dengan Karedok yang dilafazkan secara cadel-cadel menggemaskan. Kaledo itu sendiri merupakan singkatan dari Kaki Lembu Donggala (Donggala, nama kabupaten yang berbatasan langsung dengan Palu). Dari kepanjangannya saja udah ketahuan kalo Kaledo ini merupakan santapan dari olahan kaki lembu (sapi) yang berkuah agak kekuning-kuningan dengan rasa yang khas, yakni asem gurih dan pedas. Sumsum kaki lembu juga bisa kita nikmati, makanya selalu disedikan sedotan pada hidangan Kaledo untuk menyeruput sumsum tulanganya. Slruuuph 😀

Dulu bahan utama Kaledo adalah kaki sapi, namun karena tulang kaki sapi yang sulit didapatkan maka terkadang dicampur juga dengan tulang belakang sapi atau bagian lainnya. Rasa yang khas pada Kaledo terletak pada penggunaan bumbu Asam Jawa, Asam Jawa yang digunakan adalah asam jawa yang betul-betul muda sehingga mempertahankan cita rasa asem gurih tersebut. Dibeberapa sudut Kota Palu terdapat banyak warung yang menyediakan menu Kaledo ini, namun saya termasuk beruntung karena dapat menikmati Kaledo yang katanya terbaik di Kota ini. Nama warungnya adalah Kaledo Stereo, terletak di Jalan Diponegoro No. 40 atau pas berseberangan dengan Palu Grand Mall. Kenapa dinamakan Kaledo Stereo? Menurut ownernya dinamakan Kaledo Stereo karena dulu pendirinya seorang penikmat musik, filosofi lainnya terletak pada cara menyantap Kaledo itu sendiri, harus memakai 2 tangan , yang satu memegan tulangnya, satunya lagi bertugas untuk memotong daging yang melekat pada tulang, sehingga seimbang (stereo). Ada-ada saja 😀

Kaledo khas kota palu

Kaledo Stereo. (Gambar oleh : www.jamkumpul.blogspot.com)

Umumnya, Kaledo ini disantap bareng dengan ubi rebus. Karena saya datangnya agak jula, jadi ubi rebusnya habis dan diganti dengan nasi putih hangat. Satu porsi Kaledo terdiri dari satu mangkok besar sup kaki sapi (Kaledo) lengkap dengan tulang kakinya, pisau besar untuk menyayat dagingnya, nasi putih/ubi rebus, sambel, jeruk nipis dan bawang goreng.  Bagi yang gak suka repot, kita bisa request agar dagingnya dipotong-potong terlebih dahulu 😀 . Tapi menurut saya kurang nendang kalo makan Kaledo gak pake tulang :p. Gak greget haha

kuliner khas Palu

Satu Porsi Kaledo..nyam nyaam 😀

Untuk makanan penutup disedikan puding jagung dan makanan mirip nagasari tapi saya lupa namanya haha

Untuk makanan penutup disediakan puding jagung dan makanan mirip nagasari tapi saya lupa namanya haha

Rumah makan Kaledo Stereo mulai buka jam 09.00 sampai 22.00. Harga yang ditawarkan untuk satu porsi Kaledo adalah Rp 50.000. Sedangkan untuk daging Kaledo potong seharga Rp 25.000.

Jadi jika sedang di Kota Palu, jangan lupa untuk menyantap Kuliner Khas Kota Palu Kaledo ya 🙂

Comments
  1. 3 years ago
    • 3 years ago
  2. 3 years ago
    • 3 years ago
  3. 3 years ago
    • 3 years ago
  4. 3 years ago
  5. 3 years ago
  6. 3 years ago

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *