Mencoba Bebek Kayuh di Pantai Ulee Lheue

Haha untuk saat ini cuma pengen senyam-senyum kecil, teringat bagaimana paniknya kami (Saya dan Lia) ketika bebek kayuh yang kami kendarai tersangkut batu di tengah2 pantai. Waktu kejadian nya sih gak ketawa, muka berkerut apalagi Lia yang trauma bencana. Kalo saya pertama mikirnya di tarik ‘makhluk’ apa gitu didalam laut, setelah tau bahwa itu batu jadi gak berapa panik lagi -,-. Alhamdulillah akhirnya selamat

Jadi ceritanya kami berdua punya niat buat naek yang namanya bebek kayuh di Ulee Lheue (Saya menyebutnya bebek kayuh, entah tapi  mungkin ada yang bisa kasi nama untuk ‘moda’ air itu). Mungkin ada pembaca yang mengira bebek kayuh ini semacam kuliner ya, haha bukan. Ini semacam alat rekreasi berbentuk bebek yang bisa kita kendarai di air. Cara mengendarainya yaitu dengan di kayuh. Makanya saya bilang bebek kayuh :))).

Tepatnya di Kawasan Wisata Ulee Lheue kita menemukan wahana ini (boleh ya pake kata wahana :D). Setelah berbulan-bulan berkutat dengan kuliah, kepengen juga sekali-kali refreshing dengan Lia :”) hihihi. Di kawasan wisata ini selain pantai dan pemandangan nya, wahana seperti bebek kayuh ini cukup menarik minat pelancong lokal. Sudah banyak yang tau mungkin pusatnya jagung bakar yang maknyus itu ya di Ulee Lheue. Tapi tidak ada salahnya mencoba wahana ini, terutama bagi keluarga yang ingin membawa anaknya rekreasi di akhir pekan. Dengan bentuknya yang unik, anak-anak terutama pasti suka mengendarainya. Layaknya seperti mengendarai kapal sendiri :)).

Biaya yang dikeluarkan juga gak terlalu besar, rincian nya deh saya kasih.

Parkir     : Rp2000

Ketan     : Rp5000 (yang ini terserah sih, mau jagung bakar juga boleh atau sate sekalian . kebetulan tadi kami beli pulut bakar 😀 )

Biaya Wahana    : Rp15000/setengah jam , bisa juga per jam tapi saya lupa berapa biayanya. Bisa muat 3-4 orang dengan ukuran 2 org dewasa dan 2 anak kecil. Jangan terlalu rame ya :)))

Untuk kedalaman “kolam” lautnya saya memprediksi sekitar 2meteran (di tengah kolam) dengan beberapa bagian dangkal. Jadi jangan coba-coba nyemplung ya. Di wahana  disediakan 2 buah baju pelampung.

Tips :

  1. Perginya sore hari, jika anda warga kota Banda Aceh pasti tau gimana panasnya kota ini errrrr. Cuaca juga dirasa-rasa jangan naek wahana waktu badai -,- (klasik tapi perlu)
  2. Yang bawa anak, jelaskan pada anak bahwa ini bukan tempat main basah-basahan, ntar nyemplung pulak. Intinya anak-anak harus di awasi.
  3. Beli makanan kalo lapar. kalo pengen beli lebih, saya bersedia ngasi tau alamat saya kok atau saya ambil langsung kesana :p .
  4. Pilihlah bebek yang sehat (bercanda), pengalaman saya kayuh nya agak lumayan berat. jadi harus ekstra tenaga, tapi tenang aja ada dua kayuh untuk masing-masing orang. Tidak disarankan bagi mereka yang baru saja melakukan “kenakalan remaja” if u know what i mean :))) .
  5. Jangan terlalu jauh dengan pos wahana, perhatikan juga kedalaman air. Ada beberapa tempat yang dangkal dengan batu-batu besar. Kejadian nya ya seperti paragraf pertama tadi.
  6. Jangan riya jangan lalai, penting. Kalo lalai jadi keasyikan, lewat setengah jam. Peng lom (dies).
  7. Jika membawa pulang sampah ke daratan, buanglah sampah pada tempatnya -,- (klasik tapi penting )

Kayaknya cukup sekian tipsnya, ada yang mau nambahin? :))

Happy Holiday 😀

Sedikit dokumentasi pribadi :

Share and Enjoy

Comments
  1. 5 years ago
    • 5 years ago
  2. 5 years ago
    • 5 years ago
  3. 4 years ago
  4. 2 years ago

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow

Get every new post delivered to your Inbox

Join other followers:

Email
Print
%d bloggers like this: